Pendidikan merupakan salah satu hal penting di dalam
kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia dapat mengembangkan dirinya dan
hal-hal yang berada di sekitar dirinya agar menjadi lebih baik. Secara tidak
langsung, masyarakat mengalami pengangkatan status sosialnya melalui pendidikan
dengan memperoleh gelar dari berbagai disiplin ilmu.
Di Indonesia, dunia pendidikan mulai dikembangkan
dan lebih diperhatikan pada masa karya Ki Hajar Dewantara. Beliau mendirikan
sebuah lembaga yang disebut “Taman Siswa” dengan tujuan agar masyarakat dapat
belajar dan mengembangkan dirinya. Dengan demikian masyarakat dapat melawan
bentuk penjajahan yang mereka alami pada saat itu.
Tujuan utama dilaksanakan pendidikan di Indonesia
sejak awal ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang dimaksud dengan
mencerdaskan kehidupan bangsa ialah menumbuhkan dan mengembangkan seluruh
potensi yang dimiliki oleh seluruh warga negara. Kehidupan bangsa berarti
berkaitan dengan seluruh warga negara dari Sabang sampai Merauke tanpa terkecuali,
berarti setiap warga berhak untuk memperoleh pendidikan yang pantas dan
memadai.
Pelaksanaan pendidikan di Indonesia menjadi tanggung
jawab negara dan dilaksanakan dengan kerjasama dengan seluruh warga negara.
Negara mendukung pelaksanaan pendidikan dengan berbagai cara, salah satunya
ialah dengan membiayai pelaksanaan pendidikan yaitu dengan menganggarkan 20%
dari APBN untuk kepentingan pendidikan nasional. Ada berbagai macam bentuk
dukungan dari negara seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah), berbagai macam
beasiswa dan sekolah gratis. Bantuan-bantuan dari negara tersebut tentu akan
sangat membantu berbagai kalangan masyarakat dalam menerima pendidikan terutama
bagi masyarakat yang menengah ke bawah.
Seiring dengan
berjalannya waktu, dunia pendidikan mengalami banyak perubahan. Perkembangan teknologi
telah menjadikan pendidikan semakin maju dan berkembang. Di berbagai belahan
bumi telah memanfaatkan perkembangan teknoogi dengan mengembangkan pendidikan
yang modern. Akan tetapi, di balik ini semua terdapat sebuah keprihatinan dalam
dunia pendidikan, di mana pedidikan menjadi barang komersial, pendidikan
diperjualbelikan di tengah masyarakat. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu
gempar tentang kunci jawaban Ujian Nasional yang diperjualbelikan di antara
siswa dengan harga yang mahal. Selain itu mulai berkembang budaya menjiplak
karya orang lain (plagiarsme) agar memperoleh hasil yang diinginkan. Hal tersebut dilakukan
karena pelaku ingin cepat memperoleh hasil yang diinginkan. Mahasiswa membayar
seseorang untuk menyelesaikan skripsinya bahkan seorang dosen menjiplak karya
orang lain agar diangkat menjadi guru besar. Apakah inikah yang disebut dengan
kesuksesan pendidikan?
Semakin hari pendidikan semakin memprihatinkan. Guru
yang seharusnya berfungsi sebagai fasilitator, sekarang banyak yang menjadi
“sales pendidikan” yang dengan gencar mencari keuntungan dari profesinya. Memaksa
anak didiknya membayar persenan untuk mengikuti pelajaran dan berbagai praktek
lain yang mencerminkan keprihatinan pendidikan. Dengan situasi seperti ini,
apakah Indonesia akan mengalami perkembangan dan kemajuan? Pertanyaan tersebut
tidak perlu dibicarakan panjang lebar, dengan membiarkan situasi pendidikan
seperti ini, Indonesia akan mengalami kemunduran dan keterpurukan. Permasalahan
ini harus segera ditangani dan diselesaikan. Ada banyak macam cara yang dapat
dilakukan yaitu dengan menyiapkan para pengajar yang handal yang memiliki nilai
kecerdasan dan kehumanisan. Pengembangan karakter sangat diperlukan untuk
menjadikan peserta didik sungguh sadar akan fungsi, kedudukan dan tugasnya.
Dengan demikian, akan terwujud dunia pendidikan yang sungguh memajukan bangsa
dan mengangkat kehidupan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar