11/08/2012

Pendidikan : (bukan) Barang Komersial



Pendidikan merupakan salah satu hal penting di dalam kehidupan manusia. Dengan pendidikan, manusia dapat mengembangkan dirinya dan hal-hal yang berada di sekitar dirinya agar menjadi lebih baik. Secara tidak langsung, masyarakat mengalami pengangkatan status sosialnya melalui pendidikan dengan memperoleh gelar dari berbagai disiplin ilmu.
Di Indonesia, dunia pendidikan mulai dikembangkan dan lebih diperhatikan pada masa karya Ki Hajar Dewantara. Beliau mendirikan sebuah lembaga yang disebut “Taman Siswa” dengan tujuan agar masyarakat dapat belajar dan mengembangkan dirinya. Dengan demikian masyarakat dapat melawan bentuk penjajahan yang mereka alami pada saat itu.
Tujuan utama dilaksanakan pendidikan di Indonesia sejak awal ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Yang dimaksud dengan mencerdaskan kehidupan bangsa ialah menumbuhkan dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh seluruh warga negara. Kehidupan bangsa berarti berkaitan dengan seluruh warga negara dari Sabang sampai Merauke tanpa terkecuali, berarti setiap warga berhak untuk memperoleh pendidikan yang pantas dan memadai.
Pelaksanaan pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab negara dan dilaksanakan dengan kerjasama dengan seluruh warga negara. Negara mendukung pelaksanaan pendidikan dengan berbagai cara, salah satunya ialah dengan membiayai pelaksanaan pendidikan yaitu dengan menganggarkan 20% dari APBN untuk kepentingan pendidikan nasional. Ada berbagai macam bentuk dukungan dari negara seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah), berbagai macam beasiswa dan sekolah gratis. Bantuan-bantuan dari negara tersebut tentu akan sangat membantu berbagai kalangan masyarakat dalam menerima pendidikan terutama bagi masyarakat yang menengah ke bawah.
Seiring  dengan berjalannya waktu, dunia pendidikan mengalami banyak perubahan. Perkembangan teknologi telah menjadikan pendidikan semakin maju dan berkembang. Di berbagai belahan bumi telah memanfaatkan perkembangan teknoogi dengan mengembangkan pendidikan yang modern. Akan tetapi, di balik ini semua terdapat sebuah keprihatinan dalam dunia pendidikan, di mana pedidikan menjadi barang komersial, pendidikan diperjualbelikan di tengah masyarakat. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu gempar tentang kunci jawaban Ujian Nasional yang diperjualbelikan di antara siswa dengan harga yang mahal. Selain itu mulai berkembang budaya menjiplak karya orang lain (plagiarsme) agar memperoleh hasil  yang diinginkan. Hal tersebut dilakukan karena pelaku ingin cepat memperoleh hasil yang diinginkan. Mahasiswa membayar seseorang untuk menyelesaikan skripsinya bahkan seorang dosen menjiplak karya orang lain agar diangkat menjadi guru besar. Apakah inikah yang disebut dengan kesuksesan pendidikan?
Semakin hari pendidikan semakin memprihatinkan. Guru yang seharusnya berfungsi sebagai fasilitator, sekarang banyak yang menjadi “sales pendidikan” yang dengan gencar mencari keuntungan dari profesinya. Memaksa anak didiknya membayar persenan untuk mengikuti pelajaran dan berbagai praktek lain yang mencerminkan keprihatinan pendidikan. Dengan situasi seperti ini, apakah Indonesia akan mengalami perkembangan dan kemajuan? Pertanyaan tersebut tidak perlu dibicarakan panjang lebar, dengan membiarkan situasi pendidikan seperti ini, Indonesia akan mengalami kemunduran dan keterpurukan. Permasalahan ini harus segera ditangani dan diselesaikan. Ada banyak macam cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menyiapkan para pengajar yang handal yang memiliki nilai kecerdasan dan kehumanisan. Pengembangan karakter sangat diperlukan untuk menjadikan peserta didik sungguh sadar akan fungsi, kedudukan dan tugasnya. Dengan demikian, akan terwujud dunia pendidikan yang sungguh memajukan bangsa dan mengangkat kehidupan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar