H
|
idup manusia penuh dengan cobaan. Silih berganti.
Akankah manusia kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan itu?
Prasasti, seorang gadis yatim piatu. Papanya pergi
meninggal atau meninggalkan keluarga diapun tidak tahu, sedangkan mamanya
meninggal karena mengonsumsi narkoba. Menurut cerita mamanya, dulu papanya
menikah dengan wanita lain. Prasasti harus berhenti kuliah dan menjual rumah
dan segala isinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia kost dan bekerja
menjadi penjaga karcis di Planetarium dan bioskop di dekatnya. Prasasti
memiliki teman kost bernama Salman. Diam-diam, Salman menaruh hati kepadanya,
akan tetapi Prasasti tidak mau menerima dia sebagai pacarnya karena Prasasti
trauma dengan apa yang dialami mamanya. Prasasti juga ingin hidup sendiri dulu.
Mereka sering berjalan bersama, sehingga banyak orang mengira kalau mereka
pacaran. Tanpa disadari Prasati mengidap penyakit yang aneh dan langka yang
disebut lupus. Sering Prasasti jatuh
pingsan, pusing dan persendiannya ngilu.
Suatu
ketika dia bertemu dengan Zahir yang saat itu sedang menjemput adiknya di
Planetarium. Pertemuan singkat itu membawanya ke gerbang cinta. Prasasti dan
Zahir sama-sama suka dan mereka semakin sering bertemu. Salman cemburu dan
merebut Prasasti. Zahir sudah lama tidak bertemu Prasasti karena kini dia
sering bersama Salman. Suatu ketika Salman kecelakaan dan meninggal. Prasasti
sendirian dan sering jatuh sakit. Oleh tetangganya dia dibawa ke rumah sakit.
Ketika dirawat di rumah sakit, Prasasti sering memimpikan Zahir. Prasasti
semakin membuka hati untuk Zahir. Setiap hari Zahir menjenguk Prasasti, akan
tetapi Prasasti tidak mengerti. Keadaan
Prasasti semakin membaik dan dia sering bertemu dengan Zahir. Akan tetapi,
Zahir telah dijodohkan oleh orangtuanya dengan Marsha. Zahir tidak mau menikah
dengan Marsha dan dia memilih Prasasti. Suatu hari, Prasasti diundang ke rumah
Zahir dan di sana dia bertemu dengan papanya Zahir. Pramana, papanya Zahir
mengenali siapa Prasasti, ternyata dia anak kandungnya dan Zahir adalah anak
dari sahabat Pramana. Akhirnya Prasasti dan Zahir menikah. Dan merekapun hidup
bahagia meskipun Prasasti sering sakit-sakitan.
Refleksi
M
|
anusia mengalami banyak cobaan. Silih berganti,
berat-ringan, secara terus menerus datang untuk menguji manusia. Dalam novel
“Tuhan Jangan Pisahkan Kami,” Prasasti memberikan teladan dan inspirasi untuk
menjadi orang yang kuat dan tegar. Walaupun dia mengalami banyak cobaan –
mamanya meninggal, ditinggal Salman, sakit-sakitan dan masih banyak yang lain –
dia tetap kuat dalam menjalani kehidupan ini. Dia percaya bahwa dirinya dapat
tetap survive walaupun banyak
kekurangan yang dimilikinya. Dia sadar dan percaya bahwa Tuhan akan selalu
menolongnya. Karena dia telah ditolong oleh Tuhan, maka dia juga ingin membagikan kasih Tuhan kepada sesamanya.
Lalu
bagaimana dengan kita yang normal? Apakah kita tetap mau bersyukur atas
anugerah yang diberikan olehNya? Apakah kita mau membagikan kasihNya kepada
sesama kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar